Skip to content

TULISAN INDAH — IBU —

Oktober 20, 2008

Ibu?


Ini adalah tulisan yang sangat indah.

Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmatilah
Jangan tergesa. Ini adalah harta karun

Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah
Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi
Bagi para ibu, kamu akan mencintainya

Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan.
‘Apakah jalannya jauh?’ tanyanya.
Pemandunya menjawab: ‘Ya, dan jalannya berat.
Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini…
Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.’

Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik
daripada tahun-tahun ini.

Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka
sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih.
Mata hari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru:
‘Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.’


Lalu malam tiba bersama badai.
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan.

Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya.
Anak-anak itu berkata: ‘Ibu, kami tidak takut, karena ibu dekat kami.
Tak ada yang dapat menyakiti kami.’


Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka. Anak-an ak memanjat dan
menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya:

‘Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.’ Demikianlah anak-anak itu memanjat terus.
Saat sampai di puncak, mereka berkata: ‘Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu.’


Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata:
Hari ini lebih baik dari pada yang lalu. Karena anak-anakku sudah belajar daya tahan
Menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian. Hari ini aku
memberi mereka kekuatan.’


Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi.
Awan perang, kebencian dan kejahatan.
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap.
Ibunya berkata: ‘Lihat ke atas. Arahkan matamu kepada sinar.’
Anak-anak menengadah dan melihat di atas awan-awan ada kemuliaan abadi
yang menuntun mereka melalui kegelapan.
Dan malam harinya ibu itu berkata: ‘Ini hari yang terbaik.
Karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.



Hari berganti minggu, bulan, dan tahun.
Ibu itu menjadi tua, dia kecil dan bungkuk.
Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat dan berjalan dengan gagah berani.
Saat jalannya sulit, mereka membopongnya; karena ia seringan bulu.
Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat
Sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar.
Ibu berkata: ‘Saya sudah sampai pada akhir perjalananku.
Dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik daripada awalnya.

Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan
anak-anak mereka ada di belakang mereka.’  



Dan anak-anaknya menjawab: “Ibu selalu akan berjalan bersama kami…
Meski ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.’
Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri…
dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat.

Dan mereka berkata: “Kita tak dapat melihat ibu lagi.
Tetapi dia masih bersama kita.
Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan.
Ia senantiasa hadir dan hidup.

Ibumu selalu bersamamu?.
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan
Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.
Ibumu hidup dalam tawa candamu.
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata.
Dialah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu.
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu.
Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu.
Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian.
Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian!


Teruskan pada semua ibu dan anak-anak yang kau kenal.
Semoga kita tidak pernah mengandaikan begitu saja ibu kita?

Teruskan juga pada para laki-laki?. Karena mereka juga punya ibu.

Semoga bisa menjadi bahan renungan buat kita semua…..salam DM.

6 Komentar leave one →
  1. intiep permalink
    Oktober 20, 2008 12:31 pm

    Kulo nuwun….mengudara lagi ki bu DM. Kangen juga lama gak nongol ya, maklum lagi mumet banyak kerjaan.

    Ngomong2 soal ibu….
    Kasih ibu…kepada beta…tak terhingga….sepanjang masa…
    Slalu memberi….tak harap kembali…..dst
    Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah.
    Ibu tidak pernah mengeluh, ibu tidak pernah minta imbalan, bahkan kalau boleh ibu tidak boleh seharipun sakit.
    Begitu bangun tidur dia sudah harus memikirkan sarapan anak2, menyiapkan sekolah, menu hari ini, ngladeni suami, dan bagi yang bekerja sudah harus siap2 menghadapi rutinitas kantor. Dsb…
    Makanya bagi ibu2 yang tidak berkarir diluar rumah jangan khawatir karena sesungguhnya ibu ini sudah berkarir menjadi seorang manager yang hebat, yang berhasil memanaj waktu, pikiran dan tenaganya.
    Makanya ketika Rosulullah ditanya,
    SIAPA ORANG PERTAMA YANG HARUS KITA CINTAI?
    Jawabnya “Ibu”
    SIAPA ORANG KEDUA YANG HARUS KITA CINTAI?
    Jawabnya “Ibu”
    SIAPA ORANG KETIGA YANG HARUS KITA CINTAI?
    Jawabnya “Ibu”
    Baru yang KEEMPAT : bapak!!

    Enak khan dadi ibu? Kasihan dech bapak….. (hahaha…guyon lho yo pak….)
    Maaf keterusan, sekali muncul mborong comment.

  2. Oktober 20, 2008 4:17 pm

    Ibu…
    Kata itu demikian magis bukan?
    Sejuta kata tak akan pernah cukup untuk mengisahkah betapa dahsyat apa yang telah diberikan ibu kepada kita. Dan sejuta kata tak akan pernah cukup untuk melukiskan rasa terima kasih kita kepada Ibu.

    Dan karena itulah, bahkan kita rela menempuh siksaan dalam ritus mudik setiap tahun (rekor saya 20 jam untuk menempuh Jakarta-Wonogiri) , hanya untuk sekedar menunjukkan bakti dengan cara yang bersahaja: sungkem di pangkuannya.

    Dan, dengarkan nyanyian Iwan Fals yang ia persembahakan kepada sang ibu.

    IBU

    Ribuan kilo Jalan yang kau tempuh, Lewati rintang Untuk aku anakmu
    Ibuku sayang, Masih terus berjalan
    Walau tapak kaki, Penuh darah penuh nanah

    Seperti udara, Kasih yang engkau berikan
    Tak mampu kumembalas, Ibu… ibu…

    Ingin ku dekat, Dan menangis dipangkuanmu
    Sampai aku tertidur, Bagai masa kecil dulu

    Lalu doa doa, Baluri sekujur tubuhku
    Dengan apa membalas, Ibu… ibu

    Hm, Iwan tak pernah kehabisan kata untuk menuliskan cintanya kepada Ibu. Seperti di bawah ini:

    Kebaya Merah
    (dalam Album SWAMI II 1991)

    Kebaya merah kau kenakan, Anggun walau nampak kusam
    Kerudung putih terurai, Ujung yang koyak tak kurangi cintaku

    Wajahmu seperti menyimpan duka, Padahal kursimu dilapisi beludru, Ada apakah? Ibu

    Ceritalah seperti dulu, Duka suka yang terasa
    Percaya pada anakmu, Tak terfikir tuk tinggalkan dirimu

    Ibuku, darahku, tanah airku, Tak rela kulihat kau seperti itu
    Ada apakah? Ibu

    Kenapa syair yang amat bersahaja itu selalu saja mampu menggetarkan hati dan demikian halus menyapa rasa cinta pada ibu? Saya tahu, karena Iwan menuliskannya dengan sepenuh hati.

    Seperti halnya saat kita sepenuh hati menjemput ketidaknyamanan dalam arus besar mudik, tetapi takkan akan pernah menyesalinya sebiji zarah pun.

  3. B.U.S.E.T permalink
    Oktober 20, 2008 6:26 pm

    Wah….Upik Falsmania juga ! gak ngiro aku….

    “….hanya ini yang dapat kupersembahkan untukmu Bunda
    jangan tertawakan, simpan dalam hatimu yang sejuk
    rimbun akan Doa…….”

    kuwi yo Iwan juga to Pik….?

    Mrinding aku moco tulisane Bu DM..!
    jadi lebih sadar ternyata besar pengorbanan seorang Ibu.

    Tapi aku ngenteni, sopo sing arep nulis ttg Bapak……

  4. Oktober 20, 2008 8:52 pm

    nanti aku carikan yg tentang bapak ya bud….sabar kalau ada nanti jg aku posting ke blog kita….lho oleh2 rapat pembubaran panitia kok blm muncul jg di blog??

  5. Susan permalink
    April 3, 2010 11:57 am

    Bu, nyuwun ijinnya untuk share ya.. …. Sangat bagus tulisannya..

  6. Sigit Ponco S permalink
    April 27, 2010 12:18 pm

    Ayo Ibu2 kita menghitung kalori yg ibu keluarkan dlm sebuah aktifitas !!

    MENGHITUNG KALORI

    Dear all,luangkan waktu sejenak untuk melepas kejenuhan dengan menghitung kalori
    Berikut ini daftar jumlah kalori yang terbakar
    sehubungan dengan perilaku seksual pada Lelaki.

    MELEPAS PAKAIAN PASANGAN
    ..Dengan persetujuannya ( 12 kalori)
    ..Tanpa persetujuannya (187 kalori)

    MELEPASKAN BH
    ..Dengan dua tangan ( 8 kalori)
    ..Dengan satu tangan (12 kalori)
    ..Dengan mulut (85 kalori) –

    MEMASANG KONDOM
    ..Sambil ereksi ( 6 kalori)
    ..Belum ereksi (315 kalori)

    PENDAHULUAN (FOREPLAY)
    ..Mencari clitoris ( 8 kalori)
    ..Mencari G spot (92 kalori)
    ..Tak perduli keduanya ( 0 kalori)
    SAAT MELAKUKAN
    ..Mengangkat tubuhnya (12 kalori)
    ..Hanya di lantai ( 8 kalori)
    ..Sambil lari (3006 kalori) –
    POSISI PENETRASI
    ..Posisi adam-hawa ( 12 kalori)
    ..Posisi kuda lumping ( 26 kalori)
    ..Posisi 69 tiduran ( 8 kalori)
    ..Posisi 69 berdiri (112 kalori)
    SAAT ORGASME
    ..Orgasme betulan (112 kalori)
    ..Orgasme bohongan (315 kalori)
    PASCA ORGASME
    ..Tetap di ranjang ( 18 kalori)
    ..Melompat dari ranjang ( 36 kalori)
    ..Menjelaskan kenapa lompat (816 kalori) – krg kerjaan
    MENDAPAT EREKSI KEDUA
    ..Usia anda antara 16 dan 19 thn (12 kalori)..Usia anda
    antara 20 dan 29 (36 kalori)
    ..Usia anda antara 30 dan 39 (108 kalori)
    ..Usia anda antara 40 dan 49 (324 kalori)
    ..Usia anda antara 50 dan 59 (972 kalori)
    ..Diatas 60 tahun (2916 kalori)
    MENGENAKAN BAJU KEMBALI
    ..santai dan perlahan (28 kalori)
    ..terburu karena suaminya datang (3219 kalori)
    Sumber : –???//!!!

    __._,_.___

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: