Skip to content

Nasehat buat kita semua…..

November 17, 2008

dianik

Berapa Lama Kita Dikubur?


Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.


Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.


Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965”


“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya.
Ia  mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…

Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.


“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … “


Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910”


“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”


Ayahnya tersenyum, “Lalu?”
“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.


Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.


Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur …. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…


Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa  ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?


Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya  naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri pipinya

Berulang Kali di bacanya DOA hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.


Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Dibetulkannya selimutnya. Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di depannya…


“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”

Dengan selalu mengingat kematian, semoga kita dijauhkan dari segala perbuatan yang dimurkai Allah………………

Mbak Diani terima kasih kirimannya (upload by penjaga blog)


6 Komentar leave one →
  1. 10'za permalink
    November 17, 2008 8:41 am

    Kiriman tulisan yang sangat menyentuh dan dalam sekali maknanya, sebagai bahan renungan buat kita semua … Dan memang di blog ini harus ada juga materi yang berupa siraman rohani untuk mengingatkan kita semua. Tk.

  2. mBinx permalink
    November 17, 2008 8:12 pm

    ALLAHU AKBAR,………….!!!!!!!!!!!!!!!!

  3. Dwi permalink
    November 18, 2008 6:42 am

    Ayo donk kirimkan artikel yang menarik untuk diuplaod, Biar kita balance antara hidup dan mengingat mati. Karena kita harus punya motivasi dunia seakan hidup seribu tahun lagi namun kita juga harus punya motivasi akherat seakan besuk kita akan mati. Hidup maknanya keseimbangan….

    Tensa, jadi nggak kumpul (capek dech jadi arranger), Unug ditagih makan2 ulang tahun lebih suka weekdays. so …..

    Mbink: fotone endi pren…..

  4. Tensa permalink
    November 18, 2008 9:08 am

    DM, ya sudah biar Unug gantian yg arrange…bisanya kapan. Jumat sore kali ya..

  5. November 19, 2008 3:45 pm

    Kayaknya emang lebih enak weekdays ya. Kalo weekend, pertama, pilihannya cuman dua hari, dan hari itu sangat berharga buat istirahat dll. Seringkali adaaa aja kendalanya. Kalo weekdays, pilihannya Senin-Jum’at, jadi rasa2nya kok keterlaluan amat kalo satu hari saja kita tidak menyempatkan diri ngumpul yah…

  6. Dwi permalink
    November 21, 2008 6:48 am

    Wah setelah berkali2 dijadwalkan nggak bisa, teman2 di Jakarta pada mau kumpul di Dapur Sunda (Sebelah MBAU Pancoran) Jumat nanti sore jam 17.00, sekalian merayakan ulang tahun Unug (tgl 23). Hayooo siapa mau ikutan….(yang di tempat lain nanti aku bungkuskan dech kalau ada sisanya….)

    Sekaligus menanggapi kegelisahan teman2, Reuni bukan sekedar obor blarak….Setelah reuni kita semua merasakan kedekatan diantara kita. Meminjam istilah Agoex “ada yang diajak ngobrol kalau lagi pas macet di jalan”, atau bagi saya “ada yang diajak sms kalau pas be te rapat di kantor” dll…. walaupun tidak lewat blog, tetapi dengan momen reuni kemarin kita menjadi semakin dekat bisa bersapa setiap saat ke teman2 kita semua. Bisa bertanya tentang kesehatan teman (halloo Mas Doso, sampung senggang dereng…).

    Kesibukan kerja, kesibukan mengurus keluarga dan kehidupan kita dalam masyarakat tentunya akan membuat kita tidak bisa terus menerus aktif di blog…. Tapi kalau mau dibuat momen2 penting juga bisa..Misal tiap minggu pertama kita malem mingguan chatting, atau conference call (agoex, Andi, Ninoek paling tahu dech kalau arrange conf chat or call).

    Insya Allah silaturahmi masih tetap terjaga diantara kita itu fokus utamanya…. (sory yaa petuahnya panjang kayak nenek2 lha memang sudah tua je…..)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: