Skip to content

Puber Kedua

Desember 11, 2008

KETIKA USIA SUDAH 40AN:

RELIGIUS, SELINGKUH, ATAU POLIGAMI?

By Sulistyanto

Postingan ini sebagai follow up dari himbauan Tenza.

Aku yakin semua pasti pernah mendengar tentang sebuah pernyataan bahwa hidup dimulai pada umur 40 tahun (Life begins at forty). Mungkin maksudnya, kedewasaan, kesempurnaan, dan kejelasan hidup, benar-benar terasa di usia itu. Terus apa hubungannya dengan religius, selingkuh atau poligami?

Usia 40 dapat dikatakan sebagai “siang harinya kehidupan”. Pada usia ini kita mulai berhitung berapa lama lagi waktu yang tersisa sebelum ajal menjemput. Ketika menghitung hari itulah, seakan-akan seseorang secara tiba-tiba disadarkan bahwa hanya tinggal sedikit waktu yang tersisa dalam hidupnya yang hanya satu kali ini.

Religius:

Nah, kesadaran akan hal itu dapat membuat sebagian kaum paruh baya menjadi lebih banyak merenung dan melakukan introspeksi mengenai berbagai hal yang perlu atau akan dilakukannya sepanjang sisa paruh kedua kehidupannya, ambisinya, dan cita-citanya. Sejalan dengan hal ini Carl Jung (1933), pakar psikologi, menyatakan bahwa usia 40-an adalah masa yang tepat untuk the illumination of the self, menggali pemahaman diri agar tercapai pencerahan diri. Alhasil, mereka yang masuk dalam golongan ini biasanya akan menjadi lebih “tahu diri” dan menjalani hidup dengan lebih religius serta ora neko – neko (kaya neckerman aja – red).

Selingkuh atau Poligami?

Namun, kesadaran mengenai sisa waktu kehidupan mungkin juga mendorong sebagian kaum paruh baya untuk mengejar ketinggalannya dalam berbagai aspek kehidupan. Bagi yang kurang puas dalam interaksi dengan lawan jenis, sekaranglah masanya menguji diri, apakah masih memiliki daya tarik?

Hasilnya? Bagi yang cuek dengan norma umum masyarakat – apalagi diperkotaan – maka mereka akan mulai bersikap genit, lirak – lirik kanan kiri, merayu lawan jenis, dan akhirnya selingkuh dan punya pacar lagi. Namun yang sok jaim dan jaga gengsi karena selama ini terkenal “alim” dan “religius” maka trend yang ada saat ini adalah menjalankan poligami. Nah, lho?

Aku sendiri sangat tidak setuju dengan yang pertama dan yang kedua. Yang pertama pasti sudah jelas alasannya. Sedangkan yang kedua – terlepas dari hukum agama yang “membolehkannya” – aku juga tidak setuju. Sebab menurutku mana ada wanita yang mau diduakan cintanya? Apa benar dia bisa adil? Seberapa adil? Kalo Nabi, lain masalahnya. Jadi kalo ada yang merasa ilmunya sudah tinggi dan merasa sudah adil lalu berpoligami maka dimataku mereka itu ya setali tiga uang dengan yang selingkuh. Sama – sama menyiksa wanita yang dulu pernah dicintai dan diberi janji – janji surga.

Atau jangan – jangan selingkuh lebih “baik” karena “tidak menyakiti” (kalo ngga ketahuan !) ya?! Lhoooooooo?!. Hayo kita termasuk yang mana?! <SULIS>

20 Komentar leave one →
  1. Desember 12, 2008 8:41 am

    Buat laki2 yang mau berpolgami lebih baik konsultasi dulu pada diriku… So far berdasarkan pengalaman pribadi paragraph terakhir tulisan Sulis terbukti ada benarnya, bahkan berdasarkan wawancara dari beberapa wanita ternyata….lebih baik suaminya selingkuh terus kembali baik daripada menikah lagi….?? yang pasti akan lebih baik jika tidak selingkuh dan juga tidak poligami…

    Sulis..jangan keterusan ya…!!?

  2. Desember 12, 2008 9:07 am

    DM, masak sih kebanyakan wanita sebaik itu, membiarkan pasangannya selingkuh yang penting balik lagi ke rumah. Tapi karena yang ngomong seorang doktor, sebaiknya aku percaya aja deh bahwa statement ini cukup mewakili populasi dan validitasnya sudah teruji secara ilmiah, hehe.. Wah, menarik juga ya…boleh dicoba…

  3. Desember 12, 2008 9:10 am

    Berarti utk paragraf terakhir boleh ya? maksudnya nakal dikit trus baik lagi kan? jadi bagi yang mau nakal dikit boleh tuh kata Bu Dosen, asal jangan keterusan he..he…

  4. Desember 12, 2008 9:17 am

    Menurutku kenakalan sekedar sms, tlp atau ym somehow bisa menambah perasaan cinta pada istrinya…atau membuat istri senewen, so akan membuat suami menjadi tahu bahwa istrinya itu mencintainya melebihi selingkuhannya… Tapi kalau keterusan aku nggak jamin ya Lis… Risiko ditanggung penumpang.

    Wah … wah jangan aku diserang habis niiih sama ibu2 yang lain. Maklum yang ngomong pengalamannya sudah jauh khawatir saja beda persepsi….

  5. Desember 12, 2008 9:34 am

    Bu DM: Keterusan? maksude keterusan yang bagaimana?

  6. 10_za permalink
    Desember 12, 2008 10:02 am

    Wah-wah jadi rame nih….tapi menurutku wajar aja orang tertarik sama lawan jenisnya, kalo tertarik sesama jenis itu yang nggak wajar…asaaaalll kita bisa tahu batasnya…
    Mudah-mudahan pasangan kita bukan termasuk golongan yang berselingkuh hehehe
    Kayaknya harus banyak berguru sama DM nih…

  7. Ninoek permalink
    Desember 12, 2008 10:17 am

    Intiep : ada diskusi “menarik” kayak ini, dirimu kok malah ngumpet ??? Ngumpet ato invisible …..he he he. Mana puisi NTI ??? katanya so sweeeeeeeet gitu lho

  8. Ninoek permalink
    Desember 12, 2008 10:39 am

    One”s : kemana dirimu….?

  9. Desember 12, 2008 10:51 am

    Wah…wah Lis, Sa mau belajar beneran sama Bu DM ya…. 10sa…sekalian saja niih bu DM buka konsultasi buat istri yang suaminya selingkuh atau suami yang lagi selingkuh he he…

    Mana yang lain ya kok teman2 Wonogiri nggak ada yang nongol Sarmidi, Agus, Buset, Yuni, Siman, kok ngilang ya dirimu…

  10. intiep permalink
    Desember 12, 2008 11:58 am

    Aku jd pengamat kok Noek, membiarkan org2 pd berdiskusi. Gara2 Tensa tuh minta artikel “Puber Kedua” lha kok lgsg Sulis nulis. Jadinya gini dech……..menyetujui perselingkuhan!!! Hahaha………………
    Bedanya perselingkuhan ma TTM apa ya bu DM?

  11. 10_za permalink
    Desember 12, 2008 12:58 pm

    Biar rame mbakyu…kalo blognya rame bisa jadi temen di jalan kalo macet, biar nggak manyun.
    OK..? Tooz dl dong…

  12. Desember 12, 2008 3:18 pm

    hahahaha jadi rame Interesting topics, selalu hidden tapi real

    kalau mau jujr…hampir semua mengalami khan dg kadar yang berbeda

    Di tempat kerjaku di COKE dulu dikenal istilah “Returnable Bottle Glass”
    Atau yang penting botol kembali….pasti juga menyakitkan tapi saran temen katanya harus dennied even she knows exactly… what ever it takes. Jujur ini malah kutipan saran perempuan looh …katanya kalau jujurpun sangat menyakitkan selamanya ….Tapi bukan berarti aku pengalaman looh…

    apakah itu alternatif ya mbak DM dan 10 za? hahaha

  13. Desember 12, 2008 5:37 pm

    Artinya, dalam konteks ini, saat terjadi perselingkuhan, entah itu sekadar telp, sms, chit chat, curhat, teman tapi mesra, atau bonus-bonus dikit, maka pada saat ini perdefinisi:
    jujur = menyakitkan hati pasangan, sedangkan tidak jujur = menyenangkan pasangan? Yang penting jangan keterusan pada satu orang, berarti boleh ganti-ganti yang penting jangan lama-lama pada satu orang, biar tutup tetap kembali ke botolnya? Benarkah begitu, hehehe. Sekali lagi, boleh dicoba juga ya…

  14. Desember 12, 2008 5:41 pm

    Sulis.. mungkin maksude “keterusan” tuh, jangan lama-lama selingkuh pada orang yang sama, karena berpotensi untuk melibatkan perasaan sehingga masalahnya makin complicated. Kalo ganti-ganti, mungkin lebih baik. Begitukah, hehehe…

  15. Desember 12, 2008 5:43 pm

    wah inti ttm itu selingkuh tingkat satu…..
    Nug pengalaman jg nggak pa pa kok nug….. Sory friend canda. Btw hati sok miyur itu kembang hidup….bagian dr godaan dan ujian kok. Asal nggak keterusan nanti bu dm banyak temannya…..

  16. Desember 12, 2008 5:55 pm

    DM, mungkinkah ini bukti dari kebenaran sebuah pepatah, bahwa seseorang
    itu diuji sesuai dengan kadar imannya? :p

    Pointnya, Sang Gusti Pangeran itu tahu persis, tidak mungkin BELIAU memberi ujian
    pada umatnya yang pasti gagal dengan ujian tersebut, hehe…

  17. Desember 13, 2008 7:37 am

    Walah…berarti imanku termasuk yang tipis banget kali ya Piek, soale aku ngga pernah diuji yang gitu2. Jangankan ada yang ngajak ttm or selingkuh…lha wong dipacokne wae ra tau ki? Kalo gitu aku tak belajar lagi ama kamu biar imannya lebih tebal siapa tau ujiannya ada yang ngajak ttm he..he…

  18. intiep permalink
    Desember 13, 2008 12:54 pm

    Apa hubungannya botol ma selingkuh???? hahaha…….

  19. 10_za permalink
    Desember 14, 2008 10:44 am

    Pada interest cari ttm nih..tapi inget tuh kata bu DM, jangan keterusan…
    Upik, Sulis, keterusan mungkin maksude ttm-nya jangan sampe meninggalkan yang sudah ada di rumah coz bagaimanapun itu yang harus tetap dijaga dan dipertahankan….wih sedaap

  20. intiep permalink
    Desember 14, 2008 6:59 pm

    Lebih baik lagi tuch kl gak usah pake ttm, biarpun yang dirumah gak tau rak yo mesakne tooooo…..
    Tp memang menginjak usia 40 th tuh orang merasa matang2nya dah mulai mapan karirnya. Tingkat pe-denya gedhe bgt. Apalagi bapak2 tuh….kl dl minder deketin cewek sekarang mulai berani. Yang penting bisa mengendalikan diri aja….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: