Skip to content

Hair Loss

Januari 26, 2009

Oleh : Tri Eko Yunianto (mas Siman)

Hair loss, terutama yang sampai menyebabkan kebotakan adalah hal yang cukup mengerikan untuk dibayangkan bagi sebagian besar orang. Bahkan tidak jarang menyebabkan seseorang kehilangan rasa percaya diri sampai merasa diri tidak menarik lagi. Kami akan mencoba membahas mengenai hal ini lebih lanjut.

Siapa saja yang dapat mengalami hair loss ?
Semua orang kehilangan rambut setiap hari. Secara normal, setiap harinya kita kehilangan rambut sekitar 50-150. Namun, beberapa orang memang lebih mudah mengalami kebotakan, terutama :
1. Orang yang mengalami penyakit tertentu seperti hyperthyroidism , hypothyroidism,      atau penyakit imunitas seperti lupus atau penyakit lainnya yang menyerang folikel rambut.
2. Orang yang baru saja menderita penyakit infeksi dengan demam tinggi juga dapat mengalami hal ini

3. Usia lebih dari 50 tahun. Semakin tua usia seseorang, pertumbuhan rambut akan semakin lambat dan tipis, bahkan lebih mudah patah
4. Kekurangan protein dan zat besi
5. Akibat penggunaan obat keriting rambut dan pewarna rambut
6. Penggunaan obat-obatan seperti pengobatan kanker (chemotherapy) atau obat anti pembekuan darah (anticoagulant)
7. Genetik
8. Orang yang mengalami perubahan hormonal akibat kehamilan, penggunaan pil kontrasepsi, atau adanya perubahan dari siklus menstruasi pada wanita.

Yang harus diingat adalah tidak semua kebotakan ini bersifat permanent. Apabila penyebab kebotakan dapat dihilangkan, maka rambut dapat kembali tumbuh. Tentu saja dengan pengecualian kebotakan yang disebabkan karena pengaruh genetik.

Apa yang terjadi?
Setiap rambut tumbuh melalui sebuah folikel rambut. Secara keseluruhan, folikel rambut mengalami 3 fase hidup, anatara lain :

1. Fase anagen
Merupakan fase awal pertumbuhan rambut. Masing-masing folikel rambut di tubuh memiliki bentuk yang mirip tapi berbeda dalam hal panjang rambut yang akan diproduksi dan durasi siklus ini.
2. Fase catogen à merupakan fase ‘pematangan’
3. Fase telogen
Pada fase ini, rambut yang telah ‘matang’ akan terus tumbuh sampai akhirnya putus dari folikel rambut.
Gangguan dari salah satu fase ini akhirnya dapat menyebabkan hair loss.

Perlukah ke dokter?
Tidak semua kerontokan rambut memerlukan konsultasi dokter. Namun hal-hal berikut ini, apabila terjadi, sebaiknya sempatkan diri Anda bertanya pada dokter.
1. Kerontokan rambut terjadi tiba-tiba dalam jumlah banyak
2. Adanya tanda-tanda kemerahan atau perubahan warna lainnya pada kulit kepala, gatal-gatal yang memngganggu.
3. Adanya tanda-tanda infeksi seperti rasa nyeri, kemerahan dan panas pada kulit kepala, adanya nanah, dan demam

Pada saat berkonsultasi dengan dokter, ceritakanlah berbagai hal yang dapat berhubungan dengan keadaan ini, seperti
1. Sudah berapa lama hal ini terjadi
2. Keadaan anggota keluarga lain yang mengalami hal serupa
3. Penyakit yang baru dialami baru-baru ini
4. Jenis obat yang mungkin sedang dikonsumsi seperti obat anti pembekuan darah, obat depresi, atau pengobatan untuk kanker.
5. Kondisi makanan sehari-hari terutama makanan yang mengandung protein dan zat besi

6. Jenis hair care dan hair style yang digunakan

Apabila penyebab masih belum dapat ditentukan, akan dilakukan beberapa tes seperti
1. Hair analysis.
Beberapa helai rambut dan kulit di sekitar rambut akan diambil untuk dicek dengan mikroskop
2. Tes darah untuk kondisi tertentu seperti hyperthyroidism or hypothyroidism

Bagaimana cara pengobatannya?
Saat ini, berbagai cara dapat digunakan untuk mengatasi hair loss, ada yang memilih cara menggunakan rambut palsu / wig, ada pula yang memilih untuk menggunakan obat-obatan sampai operasi. Sebenarnya, cara mengatasi hal ini tergantung dari apa yang menyebabkannya.
1. Penggunaan obat-obatan
Penggunaan obat seperti minoxidill, finastride dapat mencegah hair loss dan merangsang pertumbuhan rambut. Namun, penggunaan obat-obatan ini memerlukan pengawasan dari dokter.

Yang harus diperhatikan dalam melakukan pengobatan :
–  biaya dan lama pengobatan. Pengobatan bisa berlangsung dalam waktu yang lama dan     secara terus-menerus. Namun, terapi dengan operasi juga tidaklah murah.
–  kemungkinan terjadi efek samping pengobatan
–  apabila kebotakan tidak dapat dihindari, resiko seseorang terkena kanker kulit akibat sengatan sinar UV matahari pada bagian kulit kepala akan meningkat. Penggunaan suncream yang mengandung SF 30 atau penggunaan topi saat matahari bersinar terik perlu menjadi pertimbangan.
2. Dengan operasi
Operasi yang paling sering dilakukan adalah hair transplantation surgery. Dokter akan mengambil sebagian kulit kepala yang setidaknya terdapat folikel rambut sebagai graft ke daerah yang telah mengalami kebotakan. Operasi ini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dan tingkat komplikasi yang lebih rendah.

Adakah cara mencegahnya?
Tidak semua kondisi hair loss dapat dicegah. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain :
1. Konsumsi makanan yang bergizi seimbang, terutama mengandung protein dan zat besi
2. Menghindari produk hair style yang dapat menyebabkan kerontokan rambut.
3. Penggunaan produk hair care yang berbahan lebih lembut dan menghindari penggunaan hair dryer.

diambil dari Tanya Dokter.com

2 Komentar leave one →
  1. cetolong permalink
    November 14, 2009 4:56 pm

    berapa biaya rata-rata untuk hair transplant itu sendiri?

  2. Januari 6, 2013 10:24 pm

    I enjoy, cause I discovered exactly what I was taking a look for.
    You have ended my 4 day lengthy hunt! God Bless you man.

    Have a nice day. Bye

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: