Skip to content

Tips Keluarga

Mei 21, 2009

Tips membangkitkan cinta (untuk para istri, suami boleh baca)

Pernahkah Anda merasa tak lagi mencintai pasangan hidup Anda? Jika ya, sebaiknya waspada. Jika tak terus-menerus dipupuk, cinta antara suami-istri memang bisa luntur. Nah, berikut adalah tips untuk menjaga dan membangkitkan cinta Anda dan suami.

Tak seorang pun pasti tak menginginkan rumahtangga yang mereka bangun kandas di tengah jalan. Tetapi, kenyataan menunjukkan, cinta ternyata tak selalu seindah semasa pacaran. Begitu menikah, ada saja persoalan yang datang, sehingga hubungan menjadi hambar dan bahkan tak jarang berakhir dengan perceraian.

Ya, kadar cinta sepasang suami-istri memang bisa berkurang, bahkan hilang. Dan ini tidak tergantung pada berapa lama usia perkawinan. Buktinya, banyak perceraian yang terjadi ketika usia perkawinan baru seumur jagung. Banyak alasan tentu yang melatarbelakangi perceraian. Salah satunya adalah rasa bosan, sehingga kadar atau kualitas cinta jadi menurun.

Oleh sebab itu, tuntutan untuk selalu membangkitkan dan menghidupkan cinta seharusnya menjadi tugas bersama pasangan suami-istri. Sehingga, api asmara yang mungkin mulai redup, bahkan nyaris padam, bisa kembali membara. Nah, di bawah ini ada beberapa tips sederhana yang bisa dicoba untuk selalu membangkitkan api asmara Anda dan suami.

1. KENANG MASA PACARAN
Sering orang mengeluh, menikah ternyata tak seindah masa pacaran. Kebahagiaan dan keindahan yang dulu selalu menyertai pasangan yang sedang pacaran, sepertinya sirna begitu mereka memasuki mahligai pernikahan. Tak jarang, mengingat-ingat kapan tanggal jadian pun, Anda lupa. Bahkan, banyak pasangan yang menganggap hal itu tak penting lagi begitu menikah.

Untuk membangkitkan kembali cinta Anda berdua, tak ada salahnya mencoba mengingat-ingat saat-saat Anda pacaran. Kapan Anda “jadi”, kejadian apa saja yang pernah Anda alami, suka maupun duka, dulu. Bagaimana Anda tergagap-gagap saat harus menyatakan perasaan Anda karena malu, jantung berdegup kencang saat pertama kali memegang tangannya. Ingatlah semua itu dan cobalah ungkapkan, ceritakan, hidupkan kembali masa lampau, seolah-olah sekarang hadir kembali di dalam kehidupan Anda berdua.

Yang juga penting, sebaiknya tidak usah mengungkit-ungkit hal-hal menyakitkan saat pacaran, yang dulu sempat membuat Anda kesal. Kuburlah itu dalam ingatan, jangan diungkapkan atau dijadikan sebagai bahan diskusi yang berkepanjangan.

2. MEMBERI KEJUTAN
Kejutan tidak harus berwujud barang mewah. Kejutan bisa saja hal-hal sepele, seperti kata-kata cinta, sikap, atau perilaku yang menyenangkan pasangan. Memang, tidak semua orang bisa melakukan ini, tetapi toh Anda bisa mulai membiasakannya. Yang penting adalah, Anda menyadari bahwa itu Anda lakukan karena Anda ingin menyenangkan dan membahagiakan pasangan.

Tentu, Anda dan suami harus mengerti betul karakter, sifat, atau kebiasaan masing-masing. Artinya, dalam hal apa ia merasa senang diberi kejutan. Apakah ia menyukai barang atau event. Jangan sampai kejutan dari Anda ternyata justru sesuatu yang sangat dibenci olehnya. Pasalnya, banyak orang yang merasa bahwa sesuatu yang baik bagi dirinya, pasti baik juga bagi orang lain. Padahal, justru persoalan seperti inilah yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman antara yang memberi dan yang menerima. Untuk mengantisipasi hal itu, sebaiknya Anda tidak hanya mengenal sisi lahir suami, melainkan keseluruhan aspek dari suami sebaiknya betul-betul Anda kenal, mengerti, dan pahami.

3. UCAPAN SELAMAT
Jangan segan mengucapkan selamat pada suami di hari-hari istimewa mereka, misalnya hari jadi pacaran, hari pernikahan, atau ulang tahunnya. Bisa jadi, ucapan yang terkesan sepele itu bisa menggugah kembali rasa cinta suami yang sudah mulai luntur.

Memang, masih banyak pasangan suami-istri yang menganggap hal ini tidak penting dan hanya mereka lakukan saat mereka ingat. Yang lebih konyol, mereka baru ingat tanggal pernikahan setelah diingatkan oleh pasangan. Nah, jika ini Anda lakukan dengan penuh kesadaran dan konsistensi, suami pun akan merasa bahwa seluruh pikiran dan perhatian Anda tertuju pada sesuatu yang istimewa di antara berdua. Ingat, setiap orang pada dasarnya akan merasa dihargai apabila memperoleh perhatian pada momen-momen istimewa mereka. Apalagi jika peristiwa tersebut sudah lama terjadi, bahkan sepertinya sudah terlupakan.

Mengekspresikan rasa cinta dalam bentuk ucapan ataupun perilaku memang tak selalu mudah. Pasalnya, tidak setiap orang punya kebiasaan untuk hal itu. Namun demikian, untuk sesuatu yang istimewa bagi suami , Anda tentu bisa melatihnya sedikit demi sedikit, sehingga akhirnya akan menjadi kebiasaan.

Yang juga sering jadi masalah, karena tidak biasa, orang jadi canggung bagaimana harus mengucapkannya. Kalau memang Anda tak biasa mengucapkan selamat sebagai bentuk perhatian pada suami, tak ada salahnya menuliskannya pada kartu atau kertas. Atau, jika Anda punya kemampuan menulis, alangkah indahnya jika Anda tuangkan itu dalam bentuk puisi atau kata-kata indah. Tampaknya sederhana, tetapi hasilnya bisa jadi luar biasa dan membekas di hati suami.

4. JADIKAN “PROBLEM SOLVER”
Tak dapat dipungkiri, siapa pun akan merasa berharga apabila dibutuhkan oleh orang lain. Demikian juga dengan pasangan suami-istri, pasti akan merasa mempunyai peran ketika masing-masing saling membutuhkan. Dengan merasa dibutuhkan, seseorang akan merasa lebih dibanding yang lain.

Dalam kehidupan rumah tangga, hal ini tentu saja harus Anda lakukan agar benih cinta tetap bisa tumbuh subur. Intinya, Anda dan suami harus saling menghormati. Ini akan membuat Anda akan selalu membutuhkan kehadiran suami di samping Anda. Suami pun akan merasa bahwa dirinya mempunyai arti penting bagi Anda dan keluarga.

Salah satu cara untuk menjalin rasa saling membutuhkan adalah dengan menjadikan suami sebagai problem solver. Artinya, ketika Anda punya masalah, hanya kepada suami-lah Anda menceritakan dan minta nasihat. Dengan demikian, suami pun akan merasa dibutuhkan. Lambat-laun, akan terbentuk rasa saling percaya, yang jelas merupakan dasar kokoh bagi kelangsungan rumah tangga.

Tetapi, seringkali terjadi, Anda lebih percaya pada orang lain ketimbang pada suami. Orang lain justru lebih dulu tahu masalah Anda, ketimbang suami Anda sendiri. Hal inilah yang membuat hubungan suami-istri jadi terganggu. Oleh sebab itu, kualitas komunikasi harus benar-benar baik. Tidak mungkin, menjadikan suami sebagai problem solver tetapi komunikasi tidak lancar, bukan?

5. CIPTAKAN TABUNGAN EMOSI
Perasaan cinta akan mudah dikembangkan jika Anda dan suami mempunyai ikatan emosional yang mendalam. Artinya, Anda dan suami mempunyai tabungan emosi yang banyak. Memang, banyak orang merasa bahwa masalah cinta adalah persoalan emosi. Oleh sebab itu, untuk membangkitkan perasaan cinta, faktor emosi inilah yang sebaiknya lebih banyak mendapatkan sentuhan.

Bisa Anda bayangkan jika kehidupan rumah tangga Anda selalu diwarnai oleh emosi dan pertengkaran. Mustahil Anda bisa mewujudkan rasa cinta Anda, bukan? Atau, Anda dan suami selalu dipenuhi perasaan curiga satu sama lain. Dapatkah Anda mengekspresikan cinta, sementara jiwa, pikiran, dan batin Anda diliputi oleh kecurigaan yang tak berdasar.

Nah, agar Anda mampu membangun kehidupan rumah tangga yang bahagia, Anda harus memiliki dan menumpuk emosi cinta. Artinya, setiap tutur kata, sikap, dan perbuatan selalu dilandasi keinginan untuk mencintai suami semata. Ekspresi-ekspresi dari emosi cinta yang Anda miliki ini merupakan bentuk-bentuk yang akan membuat suami merasa nyaman dan aman di sisi Anda. Dengan begitu, yang muncul adalah keinginan-keinginan untuk membuat suami bahagia.

Semakin Anda berdua mampu menciptakan iklim yang menyenangkan dalam kehidupan rumah tangga Anda, maka tabungan emosi ini akan semakin mudah Anda miliki. Bukan berarti Anda dan suami tak pernah marah atau berbeda pendapat, lo. Tetapi kemarahan dan konflik yang ada merupakan bentuk dari rasa cinta dan perwujudan dari keinginan untuk saling mengembangkan kepribadian masing-masing.

Sumber : Tabloid NOVA

6 Komentar leave one →
  1. Mei 29, 2009 3:46 pm

    Satu lagi…kadang2 perlu ada pertengkaran dikit biar ga monoton…tapi jangan keterusan….
    Trus kalo ada cewek yg lirak lirik para suami, para istri jangan cemburu dan marah2…mestinya malah bangga dong dan makin cinta ma suaminya coz ternyata suaminya masih “mak nyus” dimata cewek lain…

    (Saiki jaman edan, yen ora melu ngedan ora bakal keduman. Ananging sek beja – bejaning wong urip iku wong sing eling lan waspada – Jayabaya)

  2. Yunianto siman permalink
    Mei 30, 2009 8:56 am

    ciptakan suasana lain dalam keseharian , dampingi para suami kalau bisa dalam segala aktifitas jadi dia merasa ada seseorang yang selalu menamani dalam rutinitas pekerjaan jadikan patner dalam berbagi fikiran , tentu sang istri tidak merasa keberatan kalau keberatan ya jangan salahkan para suami jika ada rekan atau teman yang selalu mendapinginya di segala aktifitasnya

  3. smpsatuwonogiri86 permalink*
    Mei 30, 2009 9:37 am

    Horeeeeeeee….akhirnya ada yg comment juga…..mtr nwn pak…

  4. ninoek permalink
    Mei 30, 2009 2:31 pm

    wah siman nggolek faktor pembenar yo…tak dukung man, pokoke ketik Siman(spasi) kirim ke 9288

  5. Juni 1, 2009 9:59 am

    @Siman: “ciptakan SUASANA LAIN dalam keseharian” VS “dampingi para suami KALAU BISA DALAM SEGALA AKTIFITAS”, kedengarannya koq rada2 kontradiktif ya? Maksudku, kalo istri selalu disisi suami itu kan wis biasa…jadi mestinya SUASANA LAIN itu diterjemahkan bahwa kadang2 sing ndampingi orang lain, sekretaris misalnya…. Ibu2 ojo nesu, hanya sekedar ide..he..he…

  6. Haning permalink
    September 15, 2009 9:34 am

    mana ada orang yang tidak senang klo di perhatikan.di dampingi, di sayang dan di sanjung ya ga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: